Kita dapat
membagi tanda-tanda munculnya Imam Mahdi as yang terdapat dalam riwayat dalam tiga
katagori:
Katagori
pertama : tanda-tanda umum, riwayat-riwayat dalam
kelompok ini, menjelaskan tentang penyimpangan yang merebak luas di atas dunia
tak terkecuali dunia Islam.
Tanda-tanda umum
ini bukanlah tanda-tanda yang seiring dengan waktu munculnya Imam as, bahkan bisa
dikatakan tanda-tnda tersebut akan terjadi puluhan tahun sebelum kemunculan
beliau as.
Katagori
kedua : riwayat-riwayat yang menjelaskan tanda-tanda
yang terjadi tak lama sebelum beliau muncul, akan tetapi tanda-tanda itu tidak
memastikan beliau akan muncul pada tahun itu.
Katagori
ketiga : tanda-tanda yang terjadi pada tahun di mana
beliau akan muncul atau pada satu tahun sebelum kemunculan beliau.
Katagori yang terakhir
tersebut dapat dibagi pada dua macam.
Pertama: tanda-tanda yang tidak pasti, artinya bisa jadi tanda
dan peristiwa itu terjadi, namun beliau beliau as belum berkenan untuk hadir dan
muncul.
Kedua: tanda-tanda
yang pasti yang tidak dapat diragukan dan tidak akan meleset lagi, setelah
peristiwa atau tanda tersebut Imam pasti akan muncul.
Kemudian tanda-tanda ini
–secara global- ada yang gamblang arti dan maksudnya juga ada yang sangat
global dan samar.
Telah banyak para penulis dan
ulama yang telah membahas riwayat tersebut, khususnya ulama dan penulis
kontemporer, ada sebagian dari mereka yang telah menafsirkan dan menakwilkan
riwayat tersebut dengan pendapat dan hemat mereka sendiri.
Menurut hemat kami, mereka
tidak dapat menetapkan pendapat mereka secara ilmiyah maupun historis, oleh
karena itu, kami tidak mau memberanikan diri untuk mengikuti jejak mereka dalam
menjustifikasi dan mentakwilakn peristiwa yang tertera dalam hadis, dan hanya Allah
SWT, Rasul saw dan ahlulbait suci beliau yang dapat memahaminya secara benar
dan pasti.
Untuk lebih jelasnya berikut ini sebuah contoh:
Syekh Mufid
dalam kitab Irsyadnya mengatakan tentang tanda-tanda munculnya Imam Mahdi as:.…
dan datang dan tibanya bangsa Turki di pulau, dan tibanya bangsa Rum di Ramlah.
Bangsa Turki
pada masa sekarang telah tersebar di berbagai negara, adanya berdiam diri di
Iran, utara Irak, Turki sendiri dan di Qafqas daerah Rusia, dengan demikian
apa maksud dari kata Turk yang terdapat dalam riwayat tersebut?
Serta pulau
mana yang dimaksudkan oleh riwayat tadi?
Sedang Rum
–mayoritas mereka adalah bangsa Eropa, dan jelas Eropa terdiri dari berbagai
bangsa, bangsa manakah yang dimaksud hadis tersebut. Lalu apa maksud Rum di sini?
Dapatkah
kita artikan Rum itu sebagai kaum Israel yang sekarang?
Atau mungkinkah
maksudnya adalah bangsa Amerika, karena mayoritas bangsa mereka terdiri dari
benua Eropa?
Sebagaimana
dalam riwayat yang lain terdapat kata Masyriq (Timur) dan Magrib (barat),
apa maksud dari dua kata tersebut?
Al-Masyriqul
Aqsha (Timur jauh)? Asyarq Ausath (timur
tengah)? Al-Marib Aqsha (Barat jauh)? Apa maksundnya ?.
Juga terdapat riwayat yang
mengatakan anak keturuunan pulan atau penggalan riwayat yang mengatakan: aku kabarkan
kepada kalian dengan pemerintahan terakhir bany pulan?
Sebagian berpendapat bahwa
mereka adalah Bani Abbas, padahal pemerintahan mereka telah berakhir pada tahun
656 h, apakah mungkin sebagian dari pemimpin negara-negara arab berdarahkan abbasy?
Alhasil, kita tidak dapat
memahmi kata dan nama-nama yang menyerupai kode dan rumus-rumus ini, serta kita
tidak dapat memahaminya secara pasti.
Dengan demikian hal terbaik
dapat dilakukan adalah kita hanya menyebutkan tanda-tanda itu saja,.. dan kita
biarkan sejarah dan waktu yang menjawab maksud sebenarnya dari tanda-tanda
tersebut.