Setelah kita menghadapi realita bahwa Imam Mahdi as hidup di alam ghaibah untuk masa yang hanya diketahui oleh Allah SWT, kita berhak untuk bertanya apa fungsi beliau sebagai perantara faidh Ilahi ketika beliau tidak hidup bersama kita? Apakah dengan demikian keberadaan beliau adalah sama dengan ketidakadaan beliau?
Dengan demikian, pada kesempatan pendek ini kami akan memfokuskan pada pembahasan fungsi imam yang ghaib. Mengingat masalah ini adalah masalah metafisik yang tidak dapat kita cerna dengan indera matarial kita, selayaknya kita merujuk kepada ucapan-ucapan Rasulullah saw dan Ahlulbait as untuk mengetahui rahasia di balik kegaiban beliau tersebut. Dalam beberapa hadis pun disebutkan bahwa mereka “terpaksa” mengumpamakan realita ini dengan contoh-contoh materi yang akrab di telinga kita sehari-hari. Mereka mengumpamakan keberadaan beliau di dalam ghaibah dengan keberadaan matahari ketika ditutupi oleh awan tebal. Sebagaimana kita masih dapat mengambil manfaat dari keberadaan matahari pada saat itu, kita pun masih dapat mengambil manfaat dari keberadaan Imam Mahdi as di alam ghaibah.
Hadis-hadis tentang hal sangat banyak sekali. Kami akan menyebutkan sebagiannya saja.
Hadis-hadis tersebut akan kita sebutkan dalam kesempatan yang akan datang