Ghaibah Kubra

Setelah masa ghaibah shugra berlalu, masuklah periode ghaibah kubra. Sebuah periode ghaibah yang amat panjang dan hanya Allah Yang Mahakuasa yang mengetahui kapan akan berakhir. Tentunya masa ini akan berakhir ketika kita sebagai umat manusia telah memiliki kesiapan cukup untuk menerima kedatangan beliau kembali. Jika tidak, hal itu pasti akan terus berlanjut.

Sebenarnya, masa ini adalah sebuah masa cobaan bagi kita umat manusia; dengan ketiadaan beliau apa yang akan kita lakukan? Apa yang akan kita lakukan demi persiapan kemunculan beliau di dunia ini kembali? Apakah kita termasuk orang-orang yang menentang beliau, dan bahkan membohongkan keberadaan beliau? Ataukah kita akan termasuk orang-orang yang aktif mempersiapkan lahan demi kemunculan beliau? Itu semua tergantung kepada kita sendiri.

Dalam masa ghaibah kubra ini, apakah beliau telah meninggalkan dan tidak memperhatikan kondisi kehidupan kita lagi? Hal itu tidak mungkin. Karena beliau sendiri telah menegaskan dalam sebuah ucapannya, “Sesungguhnya kami tidak akan lengah untuk menjaga kalian dan tidak akan melupakan kalian. Jika tidak demikian, niscaya malapetaka akan menimpa kalian dan para musuh akan menguasai kalian.” [1] Menilik hal tersebut, beliau telah menentukan wakil-wakil beliau untu periode ini. Yang jelas, bukan wakil-wakil khusus seperti periode ghaibah shughra yang langsung ditunjuk oleh beliau dengan pangangkatan langsung. Wakil-wakil beliau kali ini ditentukan secara umum dengan menentukan karakteristik tertentu bagi mereka. Oleh karena itu, wakil-wakil beliau kali ini dikenal dengan nama wakil-wakil umum. Kami akan membahas konsep perwakilan umum ini pada kesempatan yang akan datang.


[1] Al-Imam al-Mahdi min Al-Mahd ila azh-Zhuhûr, hal. 227.