Niyabah penunjukan wakil setelah Imam Zaman as–pada gaib sugro- memiliki dua tujuan pokok:
Pertama: mempersiapkan seluruh masyrakat untuk menghadapi gaib kubro dan secara bertahap membiasakan manusia akan kehidupan tersembunyi Imam yang lama serta mengingatkan manusia akan masalah gaibah ini. Jika Imam secara langsung dan tanpa adanya mukadimah lenyap dan gaib, hal ini akan menyebabkan pengingkaran masyarakat secara menyeluruh tentang Imam Mahdi as. Dengan demikian pengganti dan wakil Imam dalam priode gaibah sugro menjalankan tugas untuk menyiapkan manusia menghadapi gaibah kubro.
Kedua: mengkoordinir dan memimpin para pecinta Imam as dan menjaga maslahat social kaum syi’ah, mereka mengisi kekosongan Imam as di tengah-tengah mayarakat syi’ah, Imam as pun dengan prantara wakil-wakil khusus tersebut mampu memimpin masyarakat dan menebus berbagai kekurangan yang ditimbulkan akibat ketidakhadiran beliau as. Dan yang lebih penting lagi menjaga eksistensi dan kepentingan kaum syi’ah dari kesirnaan akibat ulah para musuh Ahlulbait.
Tugas dan kehidupan para wakil khusus ini, tidak dapat dipisahkan satu sama lain, kehiupan mereka sarat aktifitas dan tugas yang diemban mereka dari Imam as, barangsiapa membaca dan mengkaji kehidupan para wakil ini, niscaya dia akan memahami betapa besar ketulusan dan kegigihan mereka dalam berbagai bidang kehidupan yang mereka geluti; politik, social, budaya, ilmiyah dan bidang-bidang yang lain.
Berikut ini, tugas dan aktifitas yang dilakukan oleh seluruh wakil tanpa terkecuali;
Merahasiakan nama dan tempat Imam Mahdi as berada, serta melenyapkan keraguan tentang beliau as
Dari hadis-hadis yang telah dinukil dari wakil-wakil khusus dan tawqi’ yang muncul dari Imam as
Menjaga persatuan kalangan syi’ah.
Menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam berbagai bidang; fiqh, aqidah dan masalah ilmiyah yang lain.
Melawan para Naib (penganti) gadungan.
Memungut dan mendistribusikan harta dan kekayaan yang berhubungan dengan Imam Zaman as.
Mengkoordinasi para wakil yang tersebar di berbagai wilayah.