Kita telah sampai pada akhir pembahasan, sebuah pembahasan yang dianggap oleh yang berpikiran dangkal sebagai sebuah topik khayali dan kebohongan… betapa banyak hal yang dianggap oleh manusia sebagai sebuah khayalan, dongeng dan kesesatan.. akan tetapi apakah tersebut dapat merubah hakikat dan fakta dari sebuah kenyataan?
Tentu tidak… karena hakikat itu itu akan langgeng dan tidak akan berubah kendati usaha apapun yang dilakukan oleh mansuia untuk merubahnya.
ateis dan kaum zindiq menganggap wujud Alllah SWT adalah sebuah kebohongan dan celotehan orang mukmin, apakah anggapan mereka itu sanggup menafikan wujudnya Allah SWT SWT ?
Tentu tidak…
Sesungguhnya topic dan tem yang akan kita bahas berikut ini adalah tentang RAJ’AH.
Sebelumnya, kita harus mengetahui apa arti dan maksud dari Raj’ah tersebut?
Maksud dari raj’ah adalah: sesungguhnya para imam Ahlul bait dan sekelompok manusia yang telah mati akan kembali hidup di atas dunia, hal ini akan dimulai sejak munculnya imam Mahdi as dan sebelumnya kesyahidan beliau. Pada awal mulanya imam Husain as bin Ali bin Abi Thalib as kemudian menyusul satu persatu para imam yang lain, dan akan berjalan berabad-abad lamanya.
Ini adalah ringkasan dan intisari pembahasan yang berkaitan dengan hal ini.
Telah terdapat hadis-hadis yang melebihi 40 atau 50 yang diriwayatkan dari para imam tentang masalah raj’ah dan perinciannya.
Dan masa telah berlalu… ungkapan dan keyakinan akan raj’ah dianggap sebagai dosa yang tidak dapat terampuni, dan kejahatan yang yang tidaka didiamkan.
Perlu disebutkan di sini, sesungguhnya mereka yang memerangi keyakinan terhadap raj’ah dan melancarkan serangan terhadapnya,dan mengolok-oloknya, - mereka sama sekali tidak pernah memerangi ateisme dan proses zindiq.
Dan sekarang… tidak mengapalah jika kita meletakkan pembahsan ini di tas meja operasi / bedah, dalam rangka mengetahui hakikat raj’ah dan berbagai dimensi yang dimiliki, setelah itu kita mari paparkan ke hadapan al-Quran Karim, sunnah Rasulullah saw dan akal sehat untuk mengetahui apa pendapat dan komentar dari semua sumber yang refresentatif tersebut. Apakah di situ terdapat kesan dan unsur pengolok-olokan dan ejekan.
Poin-poin yang patut kita jelaskan pada pembahasan ini adalah sebagai berikut:
Proses Penghidupan orang-orang yang sudah mati.
Apakah Allah SWT pernah membangkitkan seseorang dari kematiannya sebelumnya kiamat terjadi?
Apakah di dalam al-Quran Karim terdapat ayat yang menyinggung tentang raj’ah?
Apakah adahadis-hadis yang menerangkan masalah ini?
Bagi siapa saja raj’ah itu akan terjadi?
Dihidupkannya Orang-Orang Yang Mati di hari kiamat
Keyakinan terhadap hari kiamat dan dihupkannya orang yang telah mati nantinya merupakan salah satu ushul agama, dan saya rasa tidak ada seorang muslimpun yang menyakini al-Quran Karim dan Islam kemudian dia tidak yakin terhadap kebangkitan di hari kiamat, padahal ratusan ayat dan riwayat beserta dalil-dalil logis berserakan di sekelilingnya.
Kita juga tidak akan memperbincangkan tentang perincian peristiwa yang akan terjadi di hari tersebut, akan tetapi kita akan merangkum pembahasan tersebut dalam pembahasan berikut ini.
Sesungguhnya kaum muslimin –dengan berbagai sekte dan aliran yang diyakini- sepakat bahwa Allah SWT adalah zat yang akan menghidupkan manusia baik yang terdahulu maupun yang terakhir nanti dari hambaNya kelak di hari kiamat tak terkecuali janin yang telah mati keguguran dari rahim ibunya.
Allah SWT berfirman:”Dan Kami akan mengumpulkan mereka dan tidak akan Kami sisakan satu orangpun”. [1] Dan bisa jadi mayoritas pemeluk agama-agama yang lain seiring dengan apa yang diyakini oleh agam Islam dalam hal ini.
Dengan demikian, penghidupan kembali orang-orang yang telah mati –hari kiamat- merupakan masalah yang diterima dan kelaziman di tengah-tengah kaum muslimin –sedang menurut non muslim merupakan sebuah kemungkinan.
Memang… kaum musyrikin dan kalangan ateis tidk menyakini kebangkitan di hari kiamat, dan berkata:”apakah saat kita mati dan menjadi tanah dan tulang-belulang akan dibangkitakan kembali?”. Kita juga bukan dalam rangka menjawab pertanyaan mereka tersebut. Akan tetapi soal penting yang patut kita jawab dan kupas adalah apakah Allah SWT pernah menghidupkan orang yang telah mati sebelum hari kiamat menjelang?