Bagaimana Mungkin Beliau Hidup Sampai Saat Ini

Sebelumnya, dapat kita katakan kalau diskusi dan perdebatan tentang topik umur panjang yang dialami oleh Imam Mahdi as, bukanlah diskusi dan perdebatan yang memiliki signifikasi dan urgensitas, malah bisa dibilang diskusi tentang hal tersebut sebagai salah satu bentuk penentangan dan kekeras kepalaan, argumen yang dapat kita ajukan adalah, tiada seorangpun yang menganggap aneh dan memperdebatkan panjangnya umur para Malaikat, umur Iblis atau umur Khidir as yang setelah meminum air kehidupan yang membuatnya kekal dan hidup semenjak zaman nabi Musa as sampai sekarang.

Oleh karena itu, sebuah renungan bagi kita semua, kenapa pertanyaan ini harus muncul? Apakah kerena kebencian mereka terhadap keluarga nabi saw? Ataukah mereka masih meragukan kekuasaan Allah SWT? Lalu, bernilaikah sebuah keraguan yang muncul dan berlandaskan kedunguan dan kekeras kepalaan?

Sesungguhnya panjangnya umur imam Mahdi as adalah sebuah fakta yang tak dapat terbantahkan dan diragukan lagi, dan segala syubhah tentang hal ini tidak bernilai sama sekali, karena keraguan tentangnya seperti keraguan akan potensi membakar yang dimiliki api, atau hal tersebut sudah gamblang dan jelas sekali, sejelas mentari di siang bolong.

Setelah mukadimah di atas, mari kita melihat persfektif Al-Quran mengenai panjang umur seorang anak manusia, juga bagaimana topik ini dipandang dengan kaca mata teologis dan sain moderen.